Thu. Jun 30th, 2022

yang kita ketahui di Aceh Selatan, sarana sosial yakni sebuah teknologi yg berkembang dalam momen ini di Aceh Selatan.

kini  saya bakal pertanyaan siapakah diantara dikau seluruh yang tak memiliki dermawan media?

line, whatsapp di Aceh Selatan, facebook, instagram. niscaya dikau seluruh kepunyaan kesalahan satu diantara yang aku sebutkan sedianya. karena kita seluruh butuh berinteraksi beserta diri lain yang entah mampu jauh disana.

kita sanggup menumpahkan gagasan-gagasan saya kepada orang-badan alias keturunan yg terdapat di medsos

saya sanggup memposting serupa ilustrasi, film, dll sehingga orang yang jauh disana sanggup tau program saya tanpa memberitahu mereka secara eksklusif.

terus kita jua sanggup berbisnis

memberikan pemberitahuan

dll

namun diantara fungsi-manfaat yang saya sebutkan semula tentau belaka ada akibat negatif yg sangat banyak dan konsumsi wahana dermawan.

terlebih sekiranya netizen ataupun sebutan kepada para pemakai wahana sosial tak menggunakan media sosialnya dengan apik.

mungkin

pembohongan

kontaminasi nama bagus

bullying

meluap muncul hoaks

dll

saya disini bakal berdiskusi tentang metode kita memanfaatkan wahana dermawan dengan berdakwah

tahukah dikau, tanpa dikau menjadi seorang da’i yang bertugas membujuk, menuju bajik. anda sanggup sebagai seseorang mubaligh yang mencecerkan amal.

apa itu mubaligh?

mubaligh sanggup diartikan seumpama penyampai yang mengirimkan sesuatu alias dalam kicau lain diklaim dengan master khotbah.

pesan yang disampaikan dianggap lalu tabligh.

misalnya, dikau menyibak khotbah di youtube alias fasilitas dermawan lainnya kemudian isi peninggalan ceramah tersebut bisa dikau sampaikan kepada keluarga atau teman-tandem tertambat maka tatkala dikau sebagai seseorang mubaligh penyampai peninggalan.

bukan harus memakai busana sahih bagi menyampaikannya.

jadi pada dasarnya mubaligh sama sekali mengirimkan, bilamana da’i yaitu membujuk

semacam contoh dikau membujuk diri untuk ke masjid itu yg dinamakan da’i yang sifatnya dianggap dakwah.

nah, mubaligh heran dengan da’i

mubaligh tidak disyaratkan dirinya mempunyai ilmu eksklusif menerkam benih yg disampaikan.

yang utama dia sudah share pada perseorangan itu sudah tabligh bersama dia mendapatkan pahala derma dari perairan.

hadist muslim 1893 :

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“barangsiapa yg menunjuki pada kebaikan maka dia mau mendapatkan pahala bagaikan pahala orang yang mengerjakannya” (hr. muslim no. 1893).

contohnya anda milik skema maupun sedangkan belajar dekat-dekat bijak sholat 5 waktu lalu dikau share ke facebook misalnya, terdapat pribadi ngelihat status dikau selanjutnya share status dikau lalu di  amalkan. setiap dirinya mempertahankan amalannya anda mau menerima pahalanya.

 nah kalau dikau sanggup beraksi bagus, kenapa kadang saya menggambar yang tidak berguna?

kita sanggup mencatat hal-ayat yang cantik lewat wahana pemurah kita.

misalnya saya membukukan register sholat ataupun tempo sholat, saya hanya menuliskan saja.

fajar jam tangan sekian, dhuhur jam demikian, ashar jam tangan demikian. diri yg memeriksa status ataupun garisan saya yg awalnya belum sholat karena lupa maka mereka kiranya sholat karena kita ingatkan via tulisan saya.

serupa itu dirinya sholat, dikau akan mendapatkan pahalanya tanpa dikurangi sedikitpun.

By Lindra